Anjing Pertama yang Terinfeksi Virus Corona

Anjing Pertama yang Terinfeksi Virus Corona

Anjing Pertama yang Terinfeksi Virus Corona – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut anjing pertama yang terinfeksi virus corona.

Kamu pecinta hewan dan memiliki binatang peliharaan di rumah? Jika ya, pasti kamu sering melihat tingkah tak biasa, konyol nan lucu hewan kesayangan kamu kan?

Seekor anjing bernama Anuko baru-baru ini menjadi sorotan publik, khususnya para pengguna jejaring sosial. Ketenaran anjing berusia dua tahun itu bermula ketika foto-fotonya dengan beragam ekspresi beredar di linimasa.

Anjing pertama di dunia yang ditemukan terinfeksi virus corona mati Senin lalu setelah dites negatif dan dipulangkan, menurut otoritas kesehatan hewan Hong Kong.

Anjing 17 tahun jenis Pomeranian, milik seorang pasien yang sembuh dari virus corona, telah dikarantina di fasilitas pemerintah sejak 26 Februari, dan dipulangkan pada Sabtu lalu.

Juru bicara Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi (AFCD) mengatakan pihaknya mendapat kabar kematian anjing itu dari pemiliknya. Anjing itu meninggal pada 16 Maret dan pemiliknya tak ingin anjingnya diotopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Dikutip dari South China Morning Post, Kamis (19/3), anjing itu berulang kali dites selama masa karantina. Totalnya telah menjalani tes sebanyak lima kali dan hasilnya “positif lemah”. Sampai pada dua tes pada 12 Maret dan 13 Maret, sampel anjing menunjukkan hasil tesnya negatif dan AFCD mengizinkan anjing itu meninggalkan pusat karantina dan kembali ke rumah.

Baca Juga:Jenis Kutu Anjing Berbahaya

Pemiliknya, lansia perempuan 60 tahun, dikonfirmasi terinfeksi dan dirawat pada 25 Februari. Dia sembuh dan pulang ke rumah pada 8 Maret. Beberapa kontak terdekat perempuan ini juga terkonfirmasi virus corona.

Tes serologi, yang mencari antibodi dalam darah, dilakukan pada anjing mulai 3 Maret dan kembali negatif pada 12 Maret, yang berarti tidak ada antibodi khusus untuk virus corona ditemukan dalam sistemnya.

Pada saat itu, sebuah pernyataan AFCD mengatakan hasil tes serologis negatif tidak menunjukkan bahwa anjing itu tidak terinfeksi virus.

“Diketahui dalam beberapa kasus infeksi manusia tanpa gejala atau ringan dengan jenis virus corona lain bahwa antibodi mungkin tidak selalu berkembang,” katanya.

Related posts